Mahasiswa Dumai Kurang Perhatian PEMDA KOTA DUMAI

Nama saya Tengku Mahesa Khalid, mahasiswa universitas nasional jakarta (UNAS) jurusan Administrasi Negara angkatan 08 yg sekarang sedang memasuki semester 7. Bercerita mengenai pengalaman saya ketika masuk universitas, ya, bisa di bilang seorang anak rantau yang polos, yang hanya di bekali pendidikan SMA dan DOA orang tua untuk melanjutkan pendidikan di universitas.
          Semasa tamat dari SMA YPP-7 dumai (y-cup), teman-teman se angkatan saya banyak berkuliah, wlaupun ada yang berkerja juga. Ada yang kuliah di bandung, jogja, PKU, medan dan jakarta. Hari demi hari berlalu dengan kesibukan kampus, saya mulai merasa rindu dengan teman-teman saya di dumai.. padahal kebanyakan dari mereka sudah kuliah ke luar dari dumai. Tentunya berbeda lingkungan tempat kuliah saya dengan lingkungan tempat teman2 saya dumai.
        Kemudian saya mulai mencari lewat jejaring sosial keberdaan teman-teman saya yang kuliah di jakarta. Alhasil ketemu 2 orang, yang satu di jakarta dan satu lagi datang dari bandung dan alhamdulillah kami bertemu dijakarta. cerita punya cerita saya mulai berpikir,, “ALANGKAH SERUNYA KALAU KITA ANAK DUMAI BISA SERING BERJUMPA..”  hari demi hari berlalu setelah pertemuan itu, mulai lagi terfikir di benak saya. “sepertinya banyak anak-anak dumai yang kuliah di Jakarta.
          Setiap liburan semester saya pulang ketemu dengan teman-teman yang juga sedang liburan, setelah ngobrol ternyata meman banyak mahasiswa anak dumai yang kuliah di Jakarta. Saya sempat dengar dari teman saya anak riau yang satu kampus dengan saya yaitu ada anak dari kabupaten pelalawan yang berkuliah di jakarta sama dengan saya. suatu hari dia membawa saya ke tempat tinggalnya dijkarta. Ternyata mereka punya rumah yang cukup besar yang di berikan PEMDA mereka untuk tempat tinggal mereka selama kuliah dijakarta. di dalamnya semua nya anak-anak kab pelelawan. Saya terkejut.. “ wah,, pelelawan hebat,, pastinya seru dan asik bisa satu rumah dengan teman satu daerah di tempat orang (jakarat) artinya kita sesama anak rantau berkuliah dijakarta dan satu rumah dengn teman-teman satu daerah. Pastinya hubungan emosional yang kuat akan terbangun dan menjadi motivasi kita bisa saling berbagi sesama anak rantau yang jauh dari keluarga, dengan begitu seperti menjadi sebuah keluarga.
          Saya berpikir,, “ apakah PEMDA dumai punya yang seperti ini ya, dengar-dengar sempat ada rumah untuk mahasiswa dumai di jakarta, tapi sampai sekarang tidak ada kabar beritanya. Melihat hal tersebut saya sangat ingin mempersatukan anak dumai di jakarta dalam suatu wadah organisasi,, seperti mahasiswa kab pelelawan itu. Mereka pnya rumah/mess dengan fasilitas di dalamnya.
          Akhirnya saya berjumpa dengan junior satu jurusan di kampus say yang juga anak dumai, walupun awalnya kita tidak saling kenal, itu pun kita ketemu di dumai tidak sengaja ketika lagi ngumpul d rumah teman, kebetulan saya memakai kaos yang ada bertulisan UNAS dan akhirnya kita kenal, seiring berjalanya waktu cerita pnya cerita  ternyata ia jaga punya pemikiran untuk mempersatukan anak dumai yang kuliah di jakarta. Kita tukar pikiran, adu argument, menyamakan persepsi untuk satu tujuan,, yaitu Mempersatukan Mahasiswa dumai yg berkuliah dijakrta.
         Selama 2 tahun belakangan ini saya mengamati  mahasiswa dumai yang sama-sama berkuliah di jakarta ini mereka hidup masing-masing, artinya mereka kurang memperdulikan mengenai kebersamaan sesama mahasiswa dumai. Mereka lebih memilih sendiri-sendiri. Berbeda dengan teman saya anak dari kab pelelawan tadi. Apakah pemerintah kota dumai PEMDA* tidak berperan di situ,,!! artinya mahasiswa dumai di luar sana khususnya jakarta butuh Perhatian dari ANDA. Para pejabat daerah kota dumai.. mahasiswa-mahasiswa itu bakal menjadi cikal bakal penerus anda yang tua-tua itu di Pemerintahan itu, yaitu untuk kemajuan kota dumai.
       MAHASISWA.. mereka itu ibarat anak anda* anak KOTA DUMAI yang berkelana menuntut ilmu di luar sana dengan bekal Doa kedua orang tua yang selalu berdoa anaknya berhasil dan selalu dalam keadaan sehat. Orang tua mana yang tidak ingin anak nya BERHASIL MENJADI ORANG SUKSES dan HEBAT nantinya..!!! pasti orang tua selalu memberikan yang terbaik ntuk anaknya, apapun caranya selagi ia mampu.
      Kabupaten lain di riau ini punya fasilitas untuk mahasiswanya. Tetapi KOTA dumai dengan APBD yg begitu besar, tidak bisa memfasilitasi anak-anak mereka yang berjuang menuntut ilmu diluar sana….!!! itu sungguh MELAMPAU
Bapak walikota yg terhormat,, saya hanya punya secuil harapan yaitu harapan atas kebijaksanaan ANDA*..
Ayo laaa,,, hanya itu yg bisa ANDA* lakukan..!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!! Saya tau anda bisa melakukan lebih dari itu..Masa ANDA tidak bisa mengabulkan permintaan kecil dari anak bungsu ANDA ini…….!!!
Jakarta, 28 Agustus 2011

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

Connecting to %s