Fenomena Lunturnya Budaya Malu Dikalangan Para Koruptor di indonesia

      
Oleh
Tengku Mahesa Khalid


            Korupsi menjadi masalah yang paling serius yang harus dihadapi oleh banyak negara di dunia, terutama menyangkut kepentingan politik dan ekonomi. Korupsi menjadi indikator atas tata kelola yang tidak sehat dan berkembang menjadi isu penting dalam lingkungan politik dan ekonomi global.


   Tidak sedkit para pejabat pemerintah dan elite politik yang sering ditetapkan sebagai terpidana koruptor. Budaya malu yang luntur membuat para koruptor dengan leluasa melancarkan aksinya tanpa pikir panjang.dalam hal ini “malu” berarti malu terhadap segala tindak laku salah yang dilakukan seseorang.   

        Negara Indonesia adalah negara yang mempunyai karakter penduduk yang ramah tamah, bahkan dunia pun mengakui hal itu. Jelas sekali jika Indonesia menganut budaya ketimuran yang didalamnya juga ada Budaya Malu. Fenomena Lunturnya budaya malu dikalangan koruptor kerap terjadi di indonesia. Dari pejabat tinggi sampai pegawai rendahan. Bila sedikit melihat negeri jepang, dalam hal budaya malu patut perhatikan. Ketika seorang pejabat di jepang mengundurkan diri karena malu akan perbuatannya. Penyebabnya selalu sama karena merasa gagal atau tidak mampu, atau pun kesandung kasus-kasus yang dianggap memalukan. Melihat indonesia masyarakat indonesia saat ini yang sering terlibat dalam korupsi lebih memilih pemecatan daripada pengunduran diri. Faktanya para pejabat yang terlibat korupsi saja di indonesia ini masih bisa tersenyum lebar di media dengan tenang tanpa rasa malu akan perbuatannya.ini menjadi jelas sudah lunturnya budaya ketimuran “Malu” yang seharusnya membuat kita beribawa dimata dunia. 


     Para pejabat Lunturnya budaya malu dikalangan koruptor menetapkan kesimpulan bahwa tidak sedikit masyarakat indonesia yang sudah mengabaikan budaya ketimuran kita, budaya yang membuat kita ramah dan berwibawa di mata dunia. Demi kepentingan individu dan kelompok belaka masyarakat indonesia yang rapuh dengan mudah menelantarkan budaya malu itu tanpa rasa malu.
Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

Connecting to %s