REPUBLIKAN SEJATI DARI SIAK PART I

Tengku Sulong Syarif Kasim II.yang bergelar Assyaidis Sultan ke XXI dari kesultanan siak. Beliau dilahirkan di siak sri indrapura pada tanggal 11 jumadil awal 1310 H bertepatan pada tanggal 1 Desember 1893. Secara resmi beliau dinobatkan sebagai sultan siak tanggal 8 maret 1915. Gubernur jendral belanda saat itu, GG.Idenburg, keberatan dengan pengangkatannya sebagai sultan dan menginginkan tokoh lain namun, dewan menteri (menteri kerajaan) yang terdiri dari datuk tanah datar sri pakermaraja, datuk lima puluh sri bijuangsa, datuk pesisir sri dewa raja, dan datuk kampar maharaja sri warga dan pembesar lainya, memilih dan mengangkat beliau sebagai pewaris kerajaan menggantikan ayahandanya Assyaidis syarif kasim abdul jalil syaifudin.

Sepeninggalan sultan hasyim, kerajaan siak selama kurang lebih 7 tahun sebagai pelaksana tugas pemerintahan dipercayakan kepada wali sultan terdiri atas dua bupati, yaitu menteri datuk sri bijuangsa dan tengku besar sayed assagaf hakim (polisi siak). Karena syarif kasim II masih muda dan sedang dalam pendidikan di batavia, maka sebagai pelaksana tugas dua pembesar diatas yang ditunjuk oleh dewan kerajaan.
Selama tujuh tahun beliau mengecap pendidikan di batavia. Dalam ilmu hukum islam beliau peroleh dari sayed Al-Aidit, tentang ilmu hukum dan ketatanegaraan beliau peroleh dari Prof.Snouck Hurgronye melalui institut Beck Volten. Kedua itu ditempuh srlama kurang lebih 11 tahun sejak tahun 1904 sampai 1915. Pada waktu beliau menuntut pendidikan di batavia, kondisi bangsa indonesia sedang mengalami masa periode kebangkitan nasional, yang diawali tahun 1908 sampai masuknya jepang ke ke indonesia. 
Tujuh tahun lamanya beliau menimba ilmu pengetahuan, baik menyangkut ilmu ketatanegaraan maupun ilmu agama. Tengku sayrif kasim II berada dalam transisi bentuk perjuangan apalagi pada waktu itu beliau berada di pusat pemerintahan Hindia Belanda, dan tentu sangat mengetahui bentuk-bentuk perjuangan yang dilakukan oleh pemimpin-pemimpin nasional.
Pengamatan sayrif kasim II dalam bentuk perjungan tersebut mungkin saja banyak diketahuinya, karena beliau bertempat tinggal bukan di rumah orang-orang belanda.memang semula beliau tinggal di rumah keluarga hindia belanda, namun karena pengetahuan dasar tentang islam sangat kuat, dimana rumah itu banyak memelihara anjing yang bebas berkeliaran di dalam maupun diluar rumah, hal itu salah satu sebab mengapa beliau lebih senang tinggal bersama sayed husain al aidit. Faktor lainya adalah kebencian beliau terhadapt pemerintah hindia belanda.
Masa tahun 1908 sampai 1915 beliau dapat mengamati dan memahami banyak bentuk perjuangan bangsa indonesia terhadap belanda. Seperti diketahui awal kebangkitan nasional berdirinya organisasi Budi Utomo pada tahun 1908 oleh mahasiswa Stovia di Batavia, Syrikat islam tahun 1911 di solo, indisch party tahun 1912 dipelopori oleh kaum wanita dan sebagainya.
Walaupun pendirian organisasi tersebut berdiri di luar, namun gaungnya sampai di batavia. Tujuan dan cita cita perjuangan mereka dalam menuju indonesia merdeka, lepas dari cengkeraman penjajahan tetap bergema sampai batavia, dan anggota organisasi kebangsaan tersebut juga sampai di batavia.
Dari pengamatan dan pengalaman langsung dimana beliau saat itu berada di tengah kondisi pembaharuan pemikiran dan semangat kebangsaan dan kemerdekaan yang bernyala nyala. Kobaran semangat kebangsaan dan keinginan untuk melepaskan diri dari belenggu penjajahan belanda secara langsung atau tidak mempengaruhi jiwa beliau. Faktor lingkungan. Dan kondisi pada waktu itu sangat mempengaruhi pembentukan jiwa dan kepribadian syarif kasim dapat dibuktikan setelah menjabat Sultan Siak XII (Yoesoef Souib.1988).
Ketidaksenangan belanda atas pengangakatan beliau sebagai sultan terlihat diciutkanya 10 provinsi menjadi lima Onderdistrick, dan dihapuskanya dewan kerajaan Dan beberapa jabatan lingkungan kerajaan. Sistem pemerintahan hanya dijalankan oleh sultan, tanpa pembesar pembesar kerajaan. Padahal sebelum sultan dikukuhkan, jabatan tersebut sudah dihapuskan. Ini suatu petanda keikutsertaan dan intervensi belanda dalam sistem pemerintahan siak sri indrapura.
Akibat dari semuanya itu kebencian sultan semakin menjadi jadi. Sikap ini terlihat dimana sepanjang hidupnya, sultan selalu menentang dan bertahan terhadap kebijaksanaan politis belanda dan baru menurut setelah adanya tekanan dan peksaan dari belanda (Ahmad Yusuf,1992). Kebencian sultan terhadap belanda dimulai sejak masih muda. Tiap ada kesempatan berbicara dengan orang-orang sekitarnya selalu diutarakan soal itu, walaupun caranya tidak terang terangan mengingat situasi dan kondisi (Sunyata Kartadarmadja, 1977).
Bagaimana rasa kebencian dan ketidaksenangan sultan kepada belanda, terlihat dari perjuangan dan pengorbanannya, baik dari aspek moril maupun materil, sejak dari awal pemerintahanya sampai pada akhir hayatnya. Dengan perkataan lain, pengorbanan sultan syarif kasim II dapat dikelompokan dalan babakan mulai dari pergerakan nasional, masa kemerdekan, sampai beliau meninggal dunia.
PENGORBANAN MORIL
Awal pertama kali sultan memerintah di siak sri indrapura sudah terlihat tekanan tekanan dari pemerintahan hindia belanda. Upaya pertama beiau adalah dengan pengetahuan dari pendidikan yang diperolehnya adalah bagaimana kerajaan Sial Sri Indrapura berkembang, baik dari segi pemerintahan, pendidikan, perekonomian dan kesejahteraan rakyat.

NEXT PART II >>>>

Advertisements

One thought on “REPUBLIKAN SEJATI DARI SIAK PART I

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google photo

You are commenting using your Google account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

Connecting to %s