ADAT ISTIADAT MELAYU RIAU DI KOTA DUMAI




S E B U A H  P E N G A N T A R
Puji Shukur Diucapkan Kepada Tuhan Yang Maha Esa Yang Atas Berkat Rahmat Dan Karunianya, Sehingga Tim Penyusun Yang Di Berikan Tugas Oleh Pemerintah Kota Dumai Melalui Dinas Pariwisata, Budaya Dan Olehraga Kota Dumai, Bekerjasama Dengan Lembaga Adat Melayu Riau Dumai (LAMRD) Dapat Mempersembahkan Buku “ Adat Istiadat Melayu Riau Di Kota Dumai” Ini  Di Tengah-Tengah Masyarakat Kota Dumai Khususnya Dan Masyarakat Riau Pada Umumnya.
         
Dari Zaman Yang Lalu Hingga Ke Hari Ini Adat Resam , Tradisi  Dan Adat Istiadat Melayu Telah Mengalami Berbagai Corak Perubahan, Segala Perubahan Itu  Bukanlah Dapat Langsung Diterima Atau Diamalkan Dengan Serentak Oleh Seluruh Masyarakat Melayu,  Di Setengah-Setengah Tempat Sesuatu Perubahan Itu Dengan Cepat Pula Dapat Diterima Oleh Masyarakat Nya, Manakala Di Tempat-Tempat Yang Lain Pula Penerimaannya Terlalu Lambat Dan Ada Pula Pada Tempat Masyarakat Melalu Yang Hanya Sedikit Dapat Menerima Perubahan-Perubahan Tersebut, Sehingga Bentuk Dan Coraknya Ada Yang Masih  Menyerupai Sifat Asli Dan Ada Pula Yang Sudah Tidak Asli Lagi, Karena Di Dalam Perubahan-Perubahan Itu Terdapat Penambahan Dan Pengurangan Dalam Pelaksanaan Adat Istiadat Tersebut.

 Di Dasari Pengertian Dan Keinginan  Untuk Menetahui Serta Memiliki Panduan Yang Tepat Mengenai Adat Istiadat Melayu Riau Yang Ada Di Kota Dumai, Maka Tim Penyususun Membuat Penulisan Buku “ Adat Istiadat Melayu Riau Di Kota Dumai ”  Untuk Dapat Memberikan Laluan Informasi Terhadap Keberadaan Kebudayaan Melayu  Dan Sejarah Kebudayaan Melayu Di Kota Dumai.Dimana Tidak Banyak Masyarakat Kota Dumai  Sendiri  Baik Pendatang Yang Menetap Dan Tinggal Di Dumai,  Apatah Lagi Masyarakat Di Luar Kota Dumai Yang Mengetahui Keberadaan Dan Sejarah Kebudayaan Melayu Di Kota Dumai, Yang Dulunya  Hanya Sebuah Dusun Nelayan Dan Kemusian Berkembang Menjadi Kota Yang Teletak Di Pesisir Timur  Propinsi  Riau.
Kami Sangat Menyadari Penyusunan Dan Penulisan Buku Adat Istiadat Melayu Riau Di Kota Dumai ”  Ini Masih Banyak Kekurangan Disana Sini, Hal Tersebut  Bukanlah Dengan Maksud Kami Sengaja Membiarkah Hal Itu Terjadi, Namun Karena Keterbatasan Kami Dalam Mengumpulkan, Mengidentifikasi Serta Menelaah Persoalan Adat Istiadat Itu Sendiri, Sehingga Kami Harapkan  Kelak Ada Revisi Dan Tambahan-Tambahan Baru Yang Bersifat Membangun Dapat Melengkapi Buku  “ Adat Istiadat Melayu Riau Di Kota Dumai “  Ini.
Kami Menyampaikan Ribuan Terima Kasih Dan Penghargaan Yang Tidak Terhingga Kepada Semua Pihak Yang Telah Mencurahkan Pikiran Dan Tenaga, Serta Ikut Berpartisipasi Menyelasaikan Tugas Tim Penyusun Dan Penulisan “ Adat Istiadat Melayu Riau Di Kota Dumai ”.  Semoga  Kita Dapat Mengambil Manfaat Dan Pengetahuan Dari Buku Ini Dan Semoga Kita Yang Hidup Dimasa Kini Mempunyai Pedoman Yang Tepat Dalam Menciptakan Kondisi Yang Baik Bagi Generasi Yang Akan Dating Sebagai Generasi Penerus.
TAK MELAYU HILANG DI BUMI
PAWANG MATI TAK BERKUBUR
BAHASA MENUNJUKKAN BANGSA
(Hang Tuah ) 

Kebudayaan tidak dapat di pisahkan dari asal usul pendududk di suatu daerah dan pula tidak dapat dipisahkan dari keadaan giografis dan alam sekitarnya. Manusia mendukung kebudayaan, sedangkan alam membentuk dan memebrfikan corak atas kebudayaan itu, hal inilah yang mendorong manusia malakukan kegiatan untuk memenuhi kebutuhan hidup serta mempertahankan hidupnya.

Tentang Sejak Kapan Dumai Di Bangun Terdapat Banyak Versi, Menurut Tim Penyususn Dan Penulis Sejarah Riau ( Drs. Muchtasr Lutfi, Drs. Suwandi, MS, Drs. Anwar Syair, Drs. Umar Amin ), Secara Konkrit Kapan Dumai Di Bangun Belum Dapat Di Pastikan, Tetapi Menurut Perkiraan Dumai Telah Berdiri Sekitar Abad 18. 1  Perkiraan Dumai Telah Berdiri Sekitar Abad 18 Yang Dibuat Oleh Tim Penyusun Dan Penulisan Sejarah Riau Tersebut Sangat Relevan Dengan Adanya Situs Kampung Tua Puak Yang Dibuka Oleh Suku-Suku Melayu Yang Berasal Dari Rambah Dan Kampar Diperkirakan Sekitar Tahun 1825.
Menurut Salah Seorang Tokoh Tua Masyarakat Kota Dumai Kecamatan Medang Kampai Bapak Baharruddin Atau Dipanggil Yun, Beliau Juga Berasal Dari Keturunan Datuk Pandakmengatakan, “Kampung Tua Puak Itu Dibuka Oleh Suku-Suku Melayu Yang Berasal Dari Rambah Dan Kampar Yang Diketuai Oleh Datok Pandak, Datok Delaw, Dan Panglima Tuil. Dalam Ceritanya, Suku-Suku Tersebut Membuka Kampong Itu Pada Malam Hari. Hal Ini Dilakukan Sebabkan Oleh Pada Siang Hari Hutan-Hutan Yang Ada Dikampung Itu Tidak Dapat Ditebang Artinya Ada Kekuatan Gaib Yang Menjaga Hutan Tersebut. Akhirnya Pekerjaan Membuka Kampung Itu Selesai Juga Mereka Lakukan. Setelah Itu Pimpinan Suku-Suku Di Atas Sepakat Membagi Kawasan Diantara Dua Sungai. Sebelah Barat Sungai Puak Dikuasai Oleh Panglima Tuil, Sebelah Timur Sungai Dikuasai Oleh Datok Pandak, Dan Selanjutnya Sampai Ke Sungai Kemeli Dikuasai Oleh Datok Delaw. Ketiga Pemimpin Suku Tersebut Di Atas Sepakat Member Nama Kampong Itu Dengan Sebutan Kampung Puak, Karena Wilayah Tersebut Dibagi Atas Tiga Puak Suku.
Disamping Itu Juga, Daerah Dumai Dikenal Dengan Legenda Putri Tujuh Dan Kerajaan Sri Bunga Tanjung. Legenda Putri Tujuh Ini Adalah Legenda Yang Mengisahkan Tentang Terjadinya Peperangan Antara Kerajaan Temiang Aceh Dengan Kerajaan Sri Bunga Tanjung. Akibat Peperangan Tersebut, Maka Tujuh Putri Kerajaan Sri Bunga Tanjung Wafat Di Gua Persembunyiannya. Menurut Legenda, Peperangan Ini Terjadi Akibat Dari Pinangan Putra Mahkota Temiang Aceh Teuku Muammad Jamil Meuraksa Ditolak Oleh Ratu Cik Nasimah Atau Yang Lebih Dikenal Dengan Nama Cik Sima. Akibat Penolakan Pinangan Inilah Maka Terjadilah Kemarahan Raja Temiang Aceh Dan Beliau Mengerahkan Seluruh Bala Tentaranya Untuk Menyerang Kerajaan Sri Bunga Tanjung.
Namun Ada Lagi Hasil Wawancara Dengan Tokoh Tua Kota Dumai Nazaruddin Menyatakan, “ Dulu Dumai Itu Tempat Berladangnya Orang-Orang Yang Berasal Dari Pulau Rupat, Daerah Pertama Yang Didiami Adalah Sekitar Pangkalan Sesai Daerah Hulu Sungai Dumai Sekarang. “ Sebagai Bukti Ditemui Sungai Bernama Sungai Mesjid Dan Benteng Dari Tanah Yang Dikenal Dengan Benteng Aceh.

Sekelimut Pengungkapan Sejarah Merupakan Sumbangan Yang Berharga Bagi Sejarah Kota Dumai. Terlepas Dari Kekurangan Baik Penulisan Itu, Pengungkapan, Pemaparan Faktasejarah Sangat Banyak Nilainya Bagi Rekontruksi Sejarah Riau. Sumbangan Penulisan Sejarah Kota Dumai Sebagai Sub Kultur Dalam Lingkungan Kultur Riau Dan Nasional Jelas Akan Menetapkan Usaha Untuk Membentuk Identitas Kota Dumai Itu Sendiri.
Semoga Usaha Ini Memberikan Manfaat Yang Sebesar-Besarnya Bagi Masyarakat Kota Dumai Terutama Sebagai Alat Membangkitkan Kesadaran Atas Kecintaan Terhadap Nilai-Nilai Sejarah Dalam Mendukung Pembangunan Nasional.  

Terimakasih

See You On The Next Story >>>>

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google photo

You are commenting using your Google account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

Connecting to %s