Pesona Krakatau dan Lampung Selatan

Trip kali ini ada dua elemen yang di jejaki yaitu elemen air dan tanah. Perjalanan ini dilakukan bersama 37 orang travellers gokil dari Komunitas Backpacker Jakarta. Adapun tempat yang kami tuju yaitu Kabupaten lampung selatan tepatnya Anak Gunung Krakatau di selat sunda. Sebagai info buat para travellers, anak gunung karakatau ini masuk ke dalam balai konservasi sumber daya alam Provinsi Lampung di bawahi Kementerian Kehutanan Direktorat Jendral Perlindungan Hutan dan Konservasi Alam.

Sedikit cerita mengenai Gunung Krakatau ini sebelum akhirnya sekarang menjadi anak gunung Krakatau, sebelum tahun 1883 pembentukan komplek Gunung Karakatau pada masa prasejarah diawali dengan adanya Gunung Api besar yang disebut Krakatau Besar dengan bentuk seperti Kerucut. Lalu pada ratusan ribu tahun yang lalu terjadi letusan dahsyat yang menghancurkan dan menenggelamkan lebih dari 2/3 bagian Krakatau. Akibat ledakan tersebut menyisakan 3 Pulau kecil yaitu Pulau Rakata, Pulau Panjang dan Pulau Sertung. Seiring berjalanya waktu, terjadi pertumbuhan lava di dalam kaldera Rakata yang membentuk 2 pulau Vulkanik baru yaitu Danan dan Perbuatan.

IMG_20170319_222437_053

Kemudian pada tanggal  27 Agustus 1883 terjadi letusan besar yang menghancurkan sekitar 60% tubuh Karakatau ini di bagian tengah sehingga terbentuk lubang kaldera dengan diameter ± 7 Km dan menyisakan 3 Pulau kecil yaitu Pulau Rakata, Pulau Sertung dan Pulau Panjang (foto diatas terlihat rakata dan panjang). Kemudian seiring berjalanya waktu, banyak terjadi kegiatan Vulkanik di bawah permukaan laut yang terus berlangsung. Pada periode 1927-1929 muncul sebuah dinding kawah ke permukaan laut sebagai hasil Erupsi. Pertumbuhan ini terus berlangsung yang akhirnya membentuk sebuah pulau yang disebut Anak Krakatau.

Letusan Krakatau pada 1883 ini dikenal sebagai letusan gunung berapi paling merusak dan mematikan sepanjang sejarah. Setidaknya ada lebih dari 36.000 korban tewas dalam bencana ini.  Letusan Krakatau membuat Bumi jadi gelap gulita selama beberapa waktu. Hal itu dikarenakan debu vulkanis menutupi atmosfer Bumi sehingga cahaya matahari tidak mampu menembusnya. Setidaknya, 20 juta ton sulfur dilepaskan ke atmosfer yang menyebabkan musim dingin vulkanik selama 5 tahun. Ketinggian kabut asap pada fase terakhir juga mencapai ketinggian 80 km di atas permukaan tanah. Tak hanya membuat Bumi jadi gelap, abu vulkanik yang disemburkan Krakatau juga membuat Bulan terlihat berwarna biru. Ilmuwan mengatakan kekuatannya setara dengan 30.000 kali bom atom di Hiroshima. Oleh sebab itu daerah di sekitar Krakatau tidak ada yang tersisa.

Saking dahsyatnya letusan Krakatau kala itu, suaranya sampai terdengar sejauh 4.600 kilometer. Beberapa negara seperti Sri Lanka, hingga Australia turut mendengar suara keras letusan Krakatau. Ilmuwan mencatat letusan tersebut merupakan suara paling keras yang pernah di dengar di muka Bumi. alah satu yang membuat letusan ini menimbulkan korban jiwa yang banyak adalah karena gelombang tsunami. Longsoran batu yang dihasilkan dari letusan tersebut telah menciptakan gelombang tsunami setinggi 40 meter yang menyapu bersih wilayah di pesisir Sumatera dan Selat Sunda. Gelombang tsunami itu sebagian besar bercampur dengan lava panas dan materi-materi beracun. Sehingga banyak orang-orang  yang terkena air tsunami tersebut meninggal seketika.

P_20170319_083319_3

Cerita punya cerita perjalanan kami ini di mulai berangkat dengan mengunakan Kapal Penyeberangan yang menjadi satu-satunya transportasi umum laut di Pelabuhan Merak, Kota Cilegon-Banten yang menghubungkan Pulau Jawa dan Sumatera, tepatnya di pelabuhan Bakauheni Provinsi Lampung. Kami mendapatkan kapal dengan jadwal keberangkat Jam 02.00 dini hari 18 Maret 2017 lalu dengan waktu tempuh lebih kurang sekitar 03.00 jam perjalanan, sehingga kami tiba di Pelabuhan Bakauheni lebih kurang sekitar jam 05.00 pagi.

P_20170319_191003

Kemudian dari pelabuhan bakauheni ini, kami semua mulai bergerak langsung menuju Palabuhan Canti yang terletak di Kecamatan Kalianda Kabupaten Lampung Selatan. Pelabuhan inilah yang menjadi pintu masuk menuju ke wilayah Krakatau dengan menggunakan transportasi laut tentunya. Setelah tiba di pelauhan Canti sekitar Jam 06.21 pagi, kami pun mulai bersiap-siap sholat subuh (bagi yang muslim), istirahat dan juga sarapan pagi. Sebelum kami ke Rumah Inap di Pulau Sebesi, terlebih dahulu kami menuju ke lokasi wisata air yang terletak di Pulau Sebuku Besar dan kecil, pagi itu ada 3 Spot wisata air yang kami tuju tentunya dengan ber Snorkling dan Free Dive.

Screenshot_20170319-033546_1

DSCF7503

Setelah selesai beramain air dan Snorkling melihat terumbu karang yang indah beserta biota laut lainya, tepat jam 11.00 kami pun mulai meninggal kan lokasi tersebut dan menuju ke Homestay  tempat kami menginap malam ini yaitu di Pulau Sebesi. Secara administrative pulau Sebesi ini berada di wilayah Desa Tejang, Kecamatan Rajabasa, Kabupaten Lampung Selatan, Provinsi Lampung. Berbentuk seperti gunung berapi dengan ketinggian 844 m, secara geografis pulau ini terletak di selat Sunda atau wilayah Selatan perairan Lampung. Lebih tepatnya pulau Sebesi berada di sebelah Selatan dari pulau Sebuku, sebelah Timur pulau Serdang dan Pulau Legundi, serta sebelah Timur Laut Gugusan Krakatau.

_DSC0141

Pulau sebesi ini merupakan daratan yang paling dekat dengan Gugusan Krakatau dan turut menjadi saksi kedahsyatan letusan besar Krakatau tahun 1883. Sejak dulu Pulau Sebesi ini sangat terkenal akan kesuburan tanahnya. Kini, selain memiliki keunggulan di sektor perkebunan, pulau ini juga sedang dikembangkan sebagai daerah tujuan wisata andalan Lampung Selatan selain Krakatau. Makanya sampai saat ini sudah banyak rumah inap yang di buat untuk para wisatawan lokal maupun mancanegara.

Sekitar jam 12.30 siang kami sampai di pulau Sebesi. Berlabuh di dermaga nya terlihat kapal-kapal nelayan bersusun rapi yang siap akan berlayar kapanpun. Dermaganya sebagian besar terbuat dari kayu-kayu tebal yang tersusun secara horizontal, namun menurut saya balok-balok kayu yang tersusun ini sedikit berbahaya dan kurang rapi karena masih banyak celah-celah diantara balok kayu satu dan lain yang cukup besar bisa membuat kaki kita terjepit di tengahnya. Jadi buat para travellers yang kesini harap hati-hati, hentikan aktifitas bermain gadget kita untuk sementara ketika melewati jembatan dermaga ini. Karean acara travelling kita tidak akan menyenangkan bila sampai kaki kita terkilir karena terjeblos ke dalam celah balok kayu itu. So be carefully guys.

P_20170319_153846

Rumah inap ini terdiri dari 6 rumah, tiap rumahnya terdapat 2 kamar yang cukup besar. Di depan rumah terdapat saung-saung yang cukup luas untuk makan dan barbeque, disitu juga terdapat kantin yang di kelola oleh masyarakat setempat. Untuk makanan dan minuman tenang saja harganya masih wajah dan normal seperti satu buah es kelapa muda hanya Rp. 9.000 ( sama seperti di Jakarta). Begitu juga dengan jajanan-jananan kecil yang harganya sangat wajar, itung-itung membantu perekonomian warga setempat.

IMG-20170321-WA0011

Setelah beristirahat, sekitar jam 17.00 sore kami berangkat menuju pulau umang yang hanya berjarak ± 20 menit dari pulau sebesi, bahkan dari pulau sebesi terlihat jelas pasir putih pulau umang-umang di seberang. Pulau ini tidak berpenduduk dan sangat kecil, namun pesonanya dapat menghipnosis mata dan pikiran kita untuk menghampirinya. Karena waktu itu sore hari dan teman backpacker Jakarta sudah pada bersih-bersih jadi hanya sedikit yang turun dari kapal berjalan ke dalam air sebatas paha orang dewasa menuju bibir pantai pulau umang. Kapal kami waktu itu hanya bisa merapat sekitar 20 meter dari bibir pantai, bila lebih dekat lagi kapal besar yang kami tumpangi ini akan kandas dan merusak karang-karang di sekitar.

DSCF7646

DSCF7643

Tanpa ragu dan pikir panjang saya pun langsung turun ke dalam air dengan mengendong seorang teman yang ingin kesana, bagaimana mungkin laki-laki seperti saya ini bisa menolak permintaan seorang perempuan. Kapan lagi bisa kesini, celana dan daleman yang basah tidak berarti besar ku korbankan hanya untuk mengapai pulau umang. Pasir putih dan terumbu karang uda biasa bagi saya, tapi ada yang menarik dari pulau umang ini adalah bebatuan hitam pekat besar yang di bertumpuk rapi, unik di pingir pantainya. Deruan ombak sekali terhampar di batu itu, ditambah suasana sore hari yang manis kala itu. Apalagi bila di temani seorang wanita cantik, Beuhh SEMPURNA momen lu broo.. foto-foto eksotis itu dengan pede terpampang di instagram kalian pastinya.

IMG20170318174357

IMG_20170321_122819_879

Akhirnya jam 18.00 kami mulai bergerak kembali ke pulau sebesi, makan malam pun sudah di siapkan. Setelah sholat magrib kami pun segera menyantab makan malam itu. Lalu setelah istirahat sekitar jam 20.00 malam itu kami berkumpul di saung untuk Quality Time bersama semua peserta trip yang di pimpin oleh  Cepe (koordinator acara) yaitu kang Ucup, Byedillah dan Kuplek sang cepe magang (katanya). Quality Time ini suatu sesi perkenalan antar member RT dan Klub Backpacker Jakarta dan juga peserta di luar non RT dan non klub. Ini bertujuan agar kita saling mengenal dan menambah persekawanan.

IMG-20170321-WA0013

Bagi saya ini sesi yang paling menarik dan sangat menghibur, saling mengejek dan saling menertawakan namun tidak bermaksud merendahkan atau tidak menghormati. Dimana yang lebih tua menjaga dan menhormati yang lebih muda begitu juga sebaliknya. Suasana mencair lebur dengan cepat malam itu, tanpa sadar mulai dekat antar satu sama lain dan mulai bertanya tanya alamat rumah yang kira-kira searah bila sesampainya di Jakarta nanti. yang tadinya memangil “hei” sekarang sudah mulai memanggil dengan nama dan itu sangat bagus artinya sudah mulai kenal sedikit demi sedikit. Namun tidak sedikit Saran saran dan tanggapan di berikan pada peserta kepada cepe sebagai bahan perbaikan untuk trip selanjutnya, Alhamdulillah tentunya di tanggapi dengan bijaksana oleh cepe. berikut penampakan ke 3 orang cepe tersebut.

Akhirnya jam menujukan 21.00 malam itu QT pun selesai, kami segera menuju ke kamar untuk beristirahat karena seharian ini banyak sekali aktifitas yang kami lakukan sehingg badan terasa sangat lelah. Walaupun sebagian masih dari yang ngobrol ditemani secangkir kopi hangat. Kami sudah harus bangun jam 3 pagi nanti karena kami akan segera bertolak ke lokasi anak gunung Krakatau yang berjarak sekitar ± 2 jam dari pulau sebesi tempat dimana kami menginap. Akhirnya jam 3 itu kami mulai bangun dan berbenah dengan membawa barang secukupnya saja selebihnya di tinggalkan di kamar. Sekitar jam 4.00 dini hari kami mulai bertolak dari dermaga pulau sebesi menuju kawasan konservasi anak gunung Krakatau. Tepat jam 06.00 pagi kapal kami akhirnya bersandar di bibir pantai kawasan anak gunung Krakatau. Karena pada saat pergi tadi belum masuk waktu sholat subuh, di situ saya dan beberapa teman langsung menuju rumah pos penjagaan kawasan konservasi anak gunung Krakatau untuk menunaikan sholat subuh.

P_20170319_084608

DSCF7896

Lalu sekitar jam 06.15 pagi itu kami mulai perjalanan menuju pendakian anak gunung Krakatau biasanya waktu tempuh memakan waktu ± 30 menit. Kondisi medan pendakian Krakatau ini tidak se ekstrim gunung-gunung di jawa, diawal jalur pendakian kami melewati hutan yang cukup rimbun dan kemudian perlahan hutan mulai terbuka sediki demi sedikit medan hutan pun berubah menjadi jalanan berpasir hitam dengan banyaknya bebatuan sebesar bola kaki terhampar di sepanjang jalur. Walaupun tidak se ekstrim gunung-gunung lain jawa, namun kita harus tetap waspada tergelincir bila pijakan kita tidak pas. Ketika pasir ini di pijak kaki kita akan ikut sedikit terbenam di dalamnya tapi di beberapa bagian ada pijakan yang keras namun rapuh membuat batu-batu kecil itu bergulir jatuh ke bawah. Tidak sedikit juga beberapa teman yang kesulitaan melewati jalur pendakian ini dengan kemiringanya menurut saya mencapai skitar 60-90 derajat.

Sesampainya di bukit anak gunung krakatau ini kami di suguhi pemandangan yang luar biasa, sebenarnya dari posisi bukit ini ada gunung yang lebih tinggi lagi di depanya, biasa wisatawan hanya boleh sampai pada titik ini. Di karena kan kondisi anak gunung ini masih aktif dan masih mengeluarkan asap dari kawahnya. Dari atas bukit ini selain dapat melihat anak gunug Krakatau di depan, kami juga dapat melihat hamparan laut luas di sekeliling juga terlihat pulau Rakata (terlihat seperti gunung) dan pulau Panjang. Sedangkan pulau Sertung berada di sebalik anak gunung Krakatau yang tidak terjangkau oleh kami saat itu.

_DSC0245

DSCF7833

DSCF7837

Lalu sekitar jam 09.00 pagi itu setelah sarapan pagi, kami mulai bertolak ke destinasi air yang terakhir yaitu lagon cabe. Lagon cabe ini terkenal dengan keindahan terumbu karangnya dan airnya yang sangat jernih sehingga bisa terlihat jelas terumbu karanganya dari atas kapal. Dari lokasi pulau anak gunung Krakatau tadi membutuhkan waktu tempuh ±30 menit untuk sampai ke lokasi terumbu karang lagon Cabe ini. Tanpa berlama-lama tak tertahan, akhirnya saya langsung segera melompat ke dalam air dari atas kapal itu. Air yang jernih dan sejuk, terumbu karang yang indah masih asri dengan berbagai macam jenis ikan yang ada. Ini bukti bahwa kawasan ini bersih sehingga dapat dengan layak di huni oleh biota laut lainya.

Screenshot_20170319-143707_1

DSCF7554

Sekitar 1.5 jam yang kami habiskan waktu di lagon cabe waktu itu sudah lebih dari cukup, akhirnya jam 10.45 pagi minggu itu kami mulai kembali ke homestay kami di pulai Sebesi. Sekitar jam 13.00 siang kami tiba di pulau sebesi dan segera untuk bersih-bersih, makan siang dan berbenah untuk kembali ke Jakarta dengan terlebih dahulu kembali ke pelabuhan canti sore itu sekitar jam 17.00 sore dan tiba di pelabuhan bakauheni sekitar jam 19.00 malam. Dengan menaiki kembali kapal penyebarangan bakauheni-merak, satu langkah kami menapaki jembatan memasuki kapal itu resmi kami telah meninggalkan bumi Lampung. Entah kapan lagi ada kesempatan untuk melihat lebih jauh keindahan bumi lampung selatan ini lagi. Jadilah travellers yang bijaksana dengan menghormati lingkungan-lingkungan baru di mana tepat kalian pergi, baik itu lingkungan alamya maupun lingkungan masyarakat setempatnya. Hormati lingkungan alam dengan tidak merusak ekosistem yang ada, hormati lingkungan masyarakat sekitar dengan kesopanan keramah tamahan kita sebagai masyarakat Indonesia. See you on the next trip.

Happy Watching  VIDEO KRAKATAU TRIP

Advertisements

2 thoughts on “Pesona Krakatau dan Lampung Selatan

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google photo

You are commenting using your Google account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

Connecting to %s