Pencegahan Alergi Dini Pada Anak

Minggu pagi kemarin tepatnya di parkir Selatan Sarinah Thamrin diselenggarakan acara Fun Walk 2017 dengan topik khusus tentang “ Bunda Tanggap Alergi”. Topik yang sangat menarik buat para bunda-bunda dimanapun yang memiliki buah hati yang dalam masa tumbuh kembang. Acara ini di mulai dengan kegiatan berjalan kaki di sekitar jalan sarinah berputar kembali ke masuk halaman parkir selatan Sarinah.

P_20170409_081319

P_20170409_081327

Disitu banyak stan yang menyediakan kegiatan kreatif untuk para balitanya para bunda yang hadir, seperti mewarnai, lukis wajah dan juga tersedia tempat untuk mengkonsultasikan tentang kondisi kesehatan buah hati para bunda bersama dokter yang ahli di bidangnya dan para Nutrisionis dari sarihusada. Hal ini terkait bagaimana para bunda mendeteksi alergi pada anak dan cara mengatasi alergi tersebut.

P_20170409_075809

P_20170409_075920

Adapun cara kita mendeteksi alergi padan anak yaitu dengan 3K : KENALI, KONSULTASIKAN dan KENDALIKAN. Kenali : ada tiga yang harus kita kenali yaitu 1) anak itu sendiri, 2) Lingkungan 3) Diri kita sendiri. Kemudian setelah kita kenali lalu kita konsultasikan kemudian baru kita kendalikan.

P_20170409_075743

Di acara ini juga kita dapat Tanya jawab langsung kepada Prof Budi yang ahli di bidang kesehatan anak. Tentang alergi terhadap susu sapi menurut beliau, ada tiga kategori gejala yaitu gejala ringan, sedang dan berat. Bila mengalami ringan dan sedang cukup menggunakan susu formula hidrolisat yang sempurna. Bila sudah mengalami gejala berat boleh menggunakan susu  formula asam amino, kedua susu ini disebut sebagai susu hypoallergenic. Beliau juga menambahkan, bila sulit untuk mendapatkan susu tersebut kita boleh menggunakan susu formula Soya. Soya ini bahan dasarnya adalah kedelai tapi bukan kedelai murni, jadi untuk pengobatanya soya ini bisa di gunakan pada anak-anak di bawah umur 6 bulan sehingga tumbuh kembangnya dapat optimal.

P_20170409_083443
dr. Prof Budi
P_20170409_084217
Psikolog Anna Surti Ariani

Kalau seorang anak sudah dinayatakan alergi, dia alergi nya tidak bisa di sembuhkan alergi ini akan ada seumur hidup. Tetapi bila dinyatakan alergi kemudian tahu pemicu nya, pemicu ini yang harus kita hindari. Bila pemicunya bisa kita hindari maka gejala alerginya tidak akan muncul-muncul, itulah yang paling penting kita kendalikan pemicunya. Menurut prof budi seorang anak itu bisa alergi terhadap berbagai jenis makanan biasanya tidak lebih dari 3 jenis makanan. Tapi perlu diingat bila kita alergi susu sapi nanti ada sekitar 50% anak pada umur 1 tahun dia tidak alergi lagi terhadap susu sapinya, kalau umur 2 tahun  ada sekitar 60% dan 3 tahun 70%. Bahkan kebanyakan anak-anak umur 5 tahun yang tadinya alergi terhadap susu sapi tidak lagi alergi terhadap susu sapi tersebut, ia sudah toleran atau mengalami remisi. Tapi alerginya masih ada tapi tidak alergi terhadap susu sapinya.

P_20170409_093815
Daftar makanan yang biasa menyebabkan alergi
P_20170409_093808
Daftar makanan yang aman di dari alergi

Untuk menentukan resiko gejala alergi pada anak bisa di lihat dari riwayat alergi kedua orang tuanya. Bila kedua orang tua punya riwayat alergi, makan si anak memiliki resiko alergi sebesar 40%-60%. Jika salah satu dari orang tua saja yang memiliki riwayar alergi maka resiko anak memiliki alergi sebesar 20%-30%. Jika saudara kandung saja yang memiliki riwayat alergi makan resiko alergi pada anak sebesar 25%-30%. Menurut prof budi, jika di dalam keluarga tidak memiliki riwayat alergi sama sekali resiko alergi pada anak hanya 5%, karena biasanya kita hanya menanyakan saja ke keluarga dan itu tidak akurat, barangkali orang tua dan kaka kita lupa. Kalau ingin akurat kita harus memeriksa kromosom.

P_20170409_093644

Suatu alergi tidak akan muncul selain dari factor genetic dan factor lingkungan. Jadi pada anak-anak akan timbul alergi harus ada dulu factor genetiknya, tapi faktor genetik itu tidak akan sampai akan muncul penyakit alerginya kalau tidak ada faktor lingkungan yang mendukung. Lingkungan yang dapat mendukung anak yang punya faktor alergi genetik adalah apabila misalnya ia sudah mendapatkan susu formula sejak awal yang biasa. Kemudian asap rokok, selama kehamilan, setelah melahirkan dan menyusui asap rokok ini merupakan faktor lingkungan yang sangat mendukung terjadinya penyakit alergi pada anak-anak yang sudah memiliki faktor alergi genetik dari orang tua.

P_20170409_082726
Antusias para bunda dalam sesi tanya jawab bersama para ahli

Kemudian pemberian antibiotik pada 2 tahun pertama yang berlebihan tidak pada tempatnya, itu juga merupakan faktor-faktor lingkungan yang dapat mendukung anak-anak yang punya faktor alergi genetik akan muncul alerginya. Jadi untuk mengantisipasinya sebelum memiliki anak atau sebelum menikah kita harus tahu apakah pasangan kita memiliki riwayat alergi. Bila kita tahu pasangan kita atau kita memiliki riwayat alergi maka besar kemungkinan bila nanti pasangan itu punya juga akan punya alergi. Oleh kerena itu dilakukanlah pencegahan dini ketika selama hamil dan nikah ASAP ROKOK di HINDARI. Kemudian selama si ibu hamil, si ibu ini harus makan segala macam tiada pantangan. Lalu ketika melahirkan sebaiknya jangan Sectio Caesaria ( bedah ), harus persalinan normal kerana persalinan section kejadian alerginya lebih tinggi pada anak-anak dibandingkan persalinan normal.

P_20170409_080043

Kemudian setelah anak itu lahir harus diberikan ASI terlebih dahulu, asap rokok juga harus di hindari. Jadi konseling itu bisa dilakukan sejak sebelum nikah, menikah, ketika hamil sampai anak itu lahir.  Dampak jangka panjang penyakit alergi ini, bila terlambat mendiagnosa atau salah mendiagnosa artinya pencegehanya terlambat akan dapat terganggunya tumbuh kembang anak. Kemudian gangguan psikologi pada anak, menurut psikolog Anna Surti Ariani efek psikologinya bila anak memiliki gejala alergi sia anak akan kaku karena minder dalam pergaulanya. Kemudian tentunya berdampak juga pada ekonomi keluarga. Lalu yang terakhir dampak terhadap penyakit alergi ini yaitu penyakit non communicable disease, jadi nanti anak-anak yang alergi tersebut ketika mereka dewasa nanti bisa menjadi penyakit jantung, kencing manis dan sebagainya.

Untuk itu mari para bunda dan orang tua untuk segera mendeteksi alergi sejak dini untuk menjaga tumbuh kembang buah hati kita. jangan sampai alergi ini menghilang senyuman polos dari wajah mereka. sekian terimakasih

 

Advertisements

4 thoughts on “Pencegahan Alergi Dini Pada Anak

  1. wah ulasan dari segi klinis dan nutrisinya oke juga nih, Mas… saya termasuk yang pernah terkena alergi udang, jadi sampai sekarang hati-hati banget kalau makan seafood yang satu itu (padahal doyan bangeeet, huhu ^^)

    Like

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

w

Connecting to %s